Dataran tinggi Dieng sebuah daerah dengan suasana khas dan yang selalu meninggalkan bekas rindu di hati ini memang tidak pernah sepi oleh hiruk pikuk para pengunjung baik wisatawan domestik maupun turis asing, terutama saat musim liburan, hari lebaran, natal, tahun baru dan saat diadakan event nasional. Dieng merupakan suatu wilayah kecil dengan tekstur pegunungan di Propinsi Jawa Tengah yang masuk ke dalam dua wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Keanegaman kekayaan alam dan kebudayaan inilah mampu menarik perhatian para pelancong dari berbagai daerah. Dieng memiliki berbagai fakta menarik yang belum diketahui banyak orang. Apa sajakah fakta-fakta menarik tersebut? Yuk simak 7 fakta menarik tentang Dieng yang wajib Anda ketahui sebagai panduan wisata Dieng.

7 fakta menarik di dieng

7 fakta menarik tentang Dieng

  1. Dieng banyak terdapat telaga cantik.
  2. Dieng memiliki peninggalan kuno
  3. Dieng memiliki spot terbaik untuk sunrise
  4. Dieng memiliki spot terbaik untuk sunrise
  5. Dieng surganya para pendaki
  6. Dieng bersalju
  7. Budaya unik

Dieng banyak terdapat telaga cantik

Fakta menarik tentang Dieng yang harus Anda ketahui sebelum berkunjung ke daerah dingin ini adalah bahwa Dieng ternyata banyak terdapat telaga atau danau cantik. Kebanyakan orang akan heran, bagaimana bisa di gunung terdapat danau atau telaga karena biasanya telaga hanya terdapat di daerah dataran rendah, bagaimana bida terjadi? Hampir keseluruhan telaga-telaga yang ada di Dieng terbentuk akibat letusan vulkanik puluhan bahkan ribuan tahun yang lalu sehingga membentuk cekungan sepertin kubah. Cekungan bekas letusan vulkanik yang tidak terisi lava atau sudah mati terisi oleh air hujan atau mata air di sekitar cekungan tersebut, jadilah telaga atau danau cantik yang bisa Anda kunjungi hingga saat ini.

Telaga atau danau di Dieng juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda diantaranya ada yang kandungan airnya berisi belerang atau sukfur ada juga beberapa telaga dengan kandungan air tawar biasa. Semuanya tampak indah disaksikan dan dilihat mata baik telaganm yang mengandung belerang ataupun air tawar. Adapun beberapa telaga di Dieng yang bisa dikunjungi diantaranya :

  1. Telaga Warna
  2. Telaga Pengilon
  3. Telaga Balaikambang
  4. Telaga Merdada
  5. Telaga Cebong
  6. Telaga Swiwi
  7. Telaga Dringo
  8. Telaga Menjer

Dieng banyak terdapat kawah vulkanik aktif

Fakta menarik tentang Dieng yang bisa Anda gali selanjutnya bahwa Dieng memiliki lebih dari satu kawah-kawah vulkanik aktif. Kembali pada sejarah tentang terbentuknya dataran tinggi Dieng karena ada letusan besar antara lempengan-lempengan pegunungan yang terjadi beberapa abad silam. Fakta tentang Dieng inilah yang menjadikan dataran tinggi ini memiliki banyak kawah vulkanik aktif. Kawah-kawah vulkanik aktif dimanfaatkan oleh perusahaan migas untuk kepentingan energi gas alam dengan memanfaatkan energi panas bumi yang membahayakan jika tidak budidayakan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat yaitu dimanfaatkan sebagai PLTPG (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Gas). Hal ini banyak ditandai dengan banyak terdapat menara menara pengeboran gas serta pipa-pipa raksasa menjulur di sebagian wilayah Dieng.

Tidak hanya untuk kepentingan energi saja, kawah-kawah vulkanik aktif di Dieng juga sangat menarik dikunjungi bahkan menjadi tempat favorit pelancong untuk menyaksikan bagaimana aktivitas kawah secara langsung. Kawah di Dieng di bagi menjadi dua zona yaitu kawah zona aman dan kawah zona tidak aman. Kawah-kawah dieng yang bisa aman dikunjungi oleh wisatawan dan kawah tersebut juga memiliki keindahan yang spektakuler diantaranya adalah :

  1. Kawah Sikidang
  2. Kawah Sileri
  3. Kawah Candradimuka

Dari ketiga kawah dengan notifikasi zona aman yang paling sering dan banyak pengunjungnya ialah Kawah Sikidang. Kawah Sikidang memiliki daya tarik luar biasa dengan berbagai aktivitas wisata yang beragam serta akses dan jalurnya sangat mudah dijangkau.

Dieng memiliki peninggalan kuno

Dibalik keindahan Dieng yang melegenda, fakta menarik Dieng selanjutnya ialah bahwa Dieng merupakan bekas peninggalan peradaban besar yang pernah berjaya di daerah ini. Ada banyak penemuan peninggalan-peninggalab khno atau benda-benda sejarah yang menjadi saksi bisu adanya peradaban besar ini. Di Dieng banyak ditemukan bangunan candi-candi, arca dan benda sejarah lainnya. Konon Dieng merupakan bekas peradaban Dinasty Sanjaya pada akhir abad ke 7 Masehi yang hingga saat ini peninggalan sejarahnya pun masih terlihat sangat baik yaitu candi-candi Dieng. Candi-candi Dieng ini beraliran Hindu dengan usia paling tua di Pulau Jawa dengan seni arsitek yang masih sederhana.

Candi-candi ini tersebar di sekitar wilayah Dieng dan berpencar. Sedangkan benda benda sejarah lainnya seperti arca dan prasasti disimpan dimusium Kailasa Dieng. Candi-candi di Dieng yang bisa Anda kunjungi adalah sebagai berikut:

  1. Komplek Candi Arjuna
  2. Komplek Candi Setyaki
  3. Komplek Candi Bima
  4. Komplek Candi Gatotkaca
  5. Komplek Candi Dwarawati

Fakta menarik tentang Dieng tidak hanya terpantau dari keanekaragaman keindahan alamnya saja ya, tapi Dieng juga memiliki sejarah peradaban tua yang ilmunya wajib kita ketahui.

Dieng memiliki spot terbaik untuk sunrise

Golden sunrise Dieng adalah salah satu fakta menarik di Dieng yang mampu menyedot pelancong beeduyun – duyun rekreasi di Dieng. Sunrise Dieng menjadi daya tarik tersendiri saat berkunjung ke Dieng. Kadang ada pengunjung yang fanatik “untuk apa ke Dieng kalau tidak menyaksikan Si Golden sunrise cantik”. Dieng kaya akan spot untuk menyaksikan fenomena matahari terbit, diantaranya:

  1. Sunrise Sikunir Dieng
  2. Sunrise Gardu Pandang Tieng
  3. Sunrise Prau Dieng
  4. Sunrise Pakuwojo Dieng
  5. Sunrise Pangonan Dieng

Dari beberapa spot untuk menyaksikan sunrise yang paling terkenal dan paling banyak peminat serta pengunjungnya ialah Sunrise Sikunir Dieng. Dieng kalau itu belum terlalu booming dibicarakan orang sebelum dibukanya untuk umum tempat menyaksikan matahari terbit dari bukit Sikunir. Semakin lama foto-foto cantik sunrise sikunir semakin banyak membuat orang penasaran untuk menyaksikan keindahannya secara langsung. Kini sunrise sikunir selalu lalu lalang dikunjungi pelancong setiap harinya sehingga menjadi primadona utama wisata Dieng.

Untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak Sikunir Anda membutuhkan fisik yang kuat ya karena harus mendaki bukit dengan panjang tran kurang lebih 1 km dengan jalanan menanjak. Jangan lupa mempersiapkan kostum yang cocok untuk pendakian kecil seperti : jaket hangat, sepatu olah raga / treking, kaos tangan, kaos kaki dan penutup kepala. Bila ingin menyaksikan fenomena golden sunrise Dieng tanpa harus mendaki, wisatawan juga bisa melihat dari Gardu Pandang Tieng, pemandangannya juga tidak kalah indah dengan sunrise sikunir, hampir sama saja hanya beda spot objek dan sensasi pendakiannya.

Dieng surganya para pendaki

Siapa yang hobi mendaki? Dieng adalah surganya. Fenomena menarik Dieng lainnya bahwa Dieng menyuguhkan aneka tempat pendakian yang sangat banyak. Semua pegunungan di Dieng bisa Anda daki dengan aman. Tempat pendakian yang paling terkenal di Dieng ialah pendakian Gunung Prau. Gunung Prau merupakan puncak tertinggi di Dieng Plateau yaitu mencapai 2.565 meter di atas laut.

Pemandangan alam yang bisa disaksikan dari pjncak Gunung Prau diantaranya landscape wilayah Dieng Plateau serta keindahan golden sunrise nya. Untuk mendaki Gunung Prau tentunya harus memiliki persiapan fisik dan mental yang matang. Lama pendakian dari pos pemeriksaan hingga puncak kurang lebih 3-4 jam perjalanan naik. Untuk pemula disarankan bersama instruktur pendakian professional untuk memandu pendakian

Dieng bersalju

Dieng terkenal memiliki udara yang extrim. Misalnya saat musim kemarau tiba suhu udara di Dieng menjadi tidak seperti biasanya dikala malam hingga pagi hari. Udara malam hingga pagi hari menjadi sangat dingin. Biasanya suhu udara malam hari sekitar 10-12 derajad akan tetapi saat musim kemarau hingga mencapai -2 derajad. Fenomena suhu extrim inilah yang menjadikan Dieng terkenal dengan julukan negeri salju di pulau Jawa.

Salju Dieng muncul saat pagi hari sebelum matahari terbit. Salju Dieng bisa ditemukan di beberapa lokasi di Dieng seperti terhampar luas di padang rumput area komplek candi Arjuna dan di seluruh wilayah Dieng baik Desa Dieng wetan ataupun Dieng Kulon. Salju Dieng menjadi daya tarij tersendiri yang di cari cari wisatawan karena memang jarang di temukan di Indonesia sebagai negara tropis. Banyak foto-foto yang viral di media sosial tentang salju Dieng sehingga Dieng melejit dikunjungi wisatawan tahun ini.

Budaya unik

Fakta menarik tentang Dieng selanjutnya bahwasanya Dieng memiliki kekayaan budaya yang unik dan memang jarang ditemukan di daerah lain. Pernahkan Anda mendengar tentang anak anak dieng yang memiliki rambut gimbal. Nah inilah salah satu fakta unik Dieng yaitu abak rambut gimbal. Sebagian anak-anak Dieng memiliki rambut gimbal dengan rambut menggumpal menyatu satu sama lainnya dan memang bukan karena tidak pernah mandi tapi memang kejadian alami. Cerita sebelum anak memiliki rambut gimbal adalah deman sampai berhari hari baru tumbuhkah rambut gimbal. Rambut gimbal tidak sejak dari lahir tapi sekitar usia 2 tahun.

Rambut gimbal anak-anak Dieng tidam dihilangkan atau dipotong begitu saja tapi di Dieng ada prosesinya ya seperti selamatan. Untuk prosesi pencukuran rambut gimbal biasanya diadakan secara masal pada setiap bula Agustus dalam acara Dieng Culture Festival. Di dalam acara pencukuran rabut anak gimbal banyak orang yang berbondong-bondong datang ke Dieng sehingga wisatawan biasanya persiapan tiket festival serta booking homestay Dieng sedini mungkin dengan melihat daftar foto-foto homestay Dieng walaupun mereka telah mengikuti program paket wisata Dieng. Kembali pada bahasan rambut gimbal Dieng yakni sebelum pencukuran berlangsung si anak rambut gimbal memiliki permintaan yang harus dikabulkan contohnya ingin sepeda, mainan anak, kambing, perhiasan dan lain sebagainya. Konon katanya jika permintaan tidak terpenuhi rambut anak tersebut akan tumbuh gimbal kembali dan sakit sakita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *